Puisi: Mati

spot_imgspot_imgspot_img

Mati

Kita mung tinggal ngenteni giliran,
ora perlu ngenteni tuwa utawa lara.
Malaikat pati bisa teka kapan bae,
siap utawa ora, ora dinyana-nyana.

Niku mati,
misahna kalimat nganggo titik,
sing kudune esih koma.

Tegal, 12 April 2024

***

Kematian

Kita hanya tinggal menunggu giliran,
tak perlu menunggu tua atau penyakitan.
Malaikat maut bisa datang kapan saja,
siap atau tidak, tak terduga.

Itulah kematian,
memisahkan kalimat dengan titik,
yang seharusnya masih koma.

Tegal, 12 April 2024

spot_imgspot_imgspot_img
Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman, kelahiran Tegal Jawa Tengah. Malik, menulis sejumlah cerpen, puisi, resensi, dan esai yang tersebar di beberapa media online.
- Iklan -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini