Puisi: Horas, Boru

spot_imgspot_imgspot_img

Horas, Boru…

Songondia namasamu, Boru?
Sapaninggalku, bahat hagiotku di ho
Kakak na tobang roha,
Kakak nasobar,
Kakak na gogo tondina
Borat do nian, kan?

Uboto do Boru, inda manarimo ho mula-mulana
Tai, hita maradopan rap pilian-pilian na borat
Sampe akhirna hita pe akkon siap
Markaccit sakaligus mangatur parmikiman
Porcaya do au, Boru, ho rap au akkon jadi adaboru namarroha mutiara: si godang arga.

Sobarma, Boru..
Mulak pe au
Mangaluaskon lungun
Ulang loja
Ulang manyorah
Hita lek torus manjalaki poda
Di antara doa rap lapang ni roha nahita kunci di bagasan ni rohatta

***

Selamat Pagi, Boru

Bagaimana harimu, Boru?
Sepeninggalku, aku banyak berharap padamu
Kakak yang bijak,
Kakak yang sabar,
Kakak yang kuat
Berat sekali, bukan?

Aku tau, engkau awalnya tak terima
Tapi, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang penuh elegi
Sampai akhirnya kita harus siap
Terluka sekaligus merenda senyuman
Aku percaya, engkau dan aku akan menjadi perempuan berhati mutiara: berharga

Sabarlah, Boru..
Aku akan segera pulang
Memelukmu dalam hangatnya kerinduan
Jangan lelah
Jangan menyerah
Kita masih terus akan mengeja makna
Di antara doa dan penerimaan yang kita kunci di dasar hati kita

Antara Pekanbaru-Pontianak, 3 September 2024

– Spesial untuk Kak Rara

spot_imgspot_imgspot_img
Listi Mora Rangkuti
Listi Mora Rangkuti
Lahir di Sumatera Utara pada 04 Januari 1987. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Sastra Indonesia di USU (2009) dan S-2 Jurusan Ilmu Sastra di Unand (2021). Saat ini sedang melanjutkan pendidikan S-3 Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Hasanuddin Makassar. Memiliki hobi menulis dan jalan-jalan. Buku yang telah terbit Novel Darah Terakhir (2020), Buku Puisi Epilog Dua Hati (2019), dan Buku Puisi Cukup Jadi Manusia (2020). Penggagas Riausastra.com, Pendiri Komunitas Riau Sastra dan Pemilik TBM Rumah Baca Tuah Negeri.
- Iklan -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini