Puisi: Amuk Tanah Melayu

spot_imgspot_imgspot_img

Amuk Tanah Melayu

Tanah Melayu peghenah digempo
Singe, buaye dilepuk.
Keghis sakti, menikam
Ngamuk melayu, bumi begeto

Tanah Melayu, peghenah tiarap
Ekow ghebah ayam menyenghang
Beghani melepuw penjajah
Umat melayu, jihad di jalan Allah.

Tanah Melayu, itu keghamat
Untung ngikut, ghugi tak peghenah
Oghang-oghang elok berbudaye adat
hormat bermartabat.

Tak peghenah melayu hilang di bumi
keghis patik bersimbah daghah.
Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi
Akan panggilan “Tanah Jantan yang Melawan

Selatpanjang, 21 September 2024

***

Amuk Tanah Melayu

Tanah Melayu pernah digempar
Singa, buaya ikut ditampar.
Keris sakti, menikam
Amuk melayu, bumi begeto

Tanah Melayu, pernah siaga
Ekor terbuka ayam menyerang
Berani melawan penjajah
Umat melayu, jihad di jalan Allah.

Tanah Melayu, itu keramat
Untung ikut, rugi tak pernah
Orang-orang berbudaya adat
hormat bermartabat.

Tak pernah melayu hilang di bumi
Keris patik bersimbah darah.
Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi
Akan panggilan “Tanah Jantan yang Melawan

spot_imgspot_imgspot_img
Maryatul Kuptiah
Maryatul Kuptiah
lahir di penghujung tahun 2004. Lahir di sebuah kota di pesisir utama Pulau Tebing Tinggi, Selatpanjang. Pia adalah sapaan akrabnya. Hobi menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar dan sekarang sedang menempuh pendidikan Prodi Sastra Indonesia di Universitas Andalas. Instagram: xo.iaa_
- Iklan -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini