Puisi: Jangan Bobo

spot_imgspot_imgspot_img

Jangan Bobo

nalika mangsa rendeng wis tumapak
banyu langit, ambyar
gawe bungahe lemah rengko
gawe eseme suket lan godhong

among tani ibut gumregut
macul nggarap sawah
tumetesing kringet
ngupa jiwa

kang dianthu-anthu wus
ngawe-awe
leren, ngaso mbukak bontrot
jangan bobo, telap-telep sajak mirasa

sarwa prasaja, among tani amung
kepingin jenar parine, kebak genthonge
ngunthingi esem anak lan bojo

Bendungan, 27 Juni 2025

***

Sayur Bobo

ketika musim hujan telah tiba
air hujan tumpah
membuat gembira tanah retak
membuat senyum rumput dan daun

para petani sangat sibuk
mencangkul mengerjakan sawah
meneteskan keringat

yang ditunggu-tunggu
sepertinya sudah memanggil-manggil
istirahat membuka bekal
sayur bobo, menyuap terasa nikmat

begitu sederhana, para petani hanya
ingin padinya menguning, gentongnya penuh
memikat senyum anak dan istri

Bendungan, 27 Juni 2025

spot_imgspot_imgspot_img
A. Satya
A. Satya
Agus Styawati domisili Bendungan-Trenggalek. Nama penanya A. Satya. Buku yang pernah ditulis adalah: Antologi bersama cerpen "Serpihan-serpihan Imaji” (2018) dan “Menjemput Takkdir” (2020); Antologi bersama Puisi “Pelipur Kecil” (2019) dan “Puisi dan Kisah yang Tak Terhapus” (2021); menjadi juara 3 Lomba Cipta dan Baca Puisi tahun 2021 yang diadakan PGRI Kabupaten Trenggalek; Antologi Puisi "Dalam Perjalanan” (2021); Antologi bersama penulisan Pantun “Menggolek Tual Sagu”(2024); 5 Besar Lomba Cipta Puisi Kelahiran-Kematian AIS 2024. Puisinya dimuat di media online _Sepenuhnya_salmahpublishing, ranahriau dan IG Competer Indonesia (CI). Saat ini sedang belajar di kelas menulis Asqa Imagination School (AIS). IG @aguse.tiaw
- Iklan -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini