Puisi: Dangol

spot_imgspot_imgspot_img

Dangol

da ngolu naso martuju
sopo naso martano
dangol sarsar ni roha
tu Tuhan juo marsitutu
mangadu tu nadao.

Aya,
pala keheho ratto naso marrimbo
ulang tinggalkon au dohot babiat
tabiat naso bisa hujago
dohot pasada roha marsada-sada.

sapulu jari
sada tondi
selokot ari-ari
tu pudi niari

di toru bona surgo
ngali nasokkan ngilu.

Kubang Raya, September 2024

***

Maha Sedih

hidup tanpa kompas
rumah tanpa tanah
pedih memburai jantung
kepada Tuhan melulu
mengadu kepada yang jauh.

Ayah,
jika kau pergi ke tempat tanpa peta
jangan biarkan aku dengan tabiat jahat
yang akan meluluh hancurkan aku
tanpa bisa menghela napas.

segenap mohon
jiwa yang padu
rekat pada kulit ari
hingga kiamat nanti

di bawah rimbun surga
teduh seteduh-teduhnya.

Kubang Raya, September 2024

spot_imgspot_imgspot_img
Muhammad Asqalani Nasution
Muhammad Asqalani Nasution
Kelahiran, Paringgonan, 25 Mei 1988. Seorang guru Bahasa Inggris. Pemenang II Duta Baca Riau 2018. Residensi Seniman Riau 2023. Balige Writers Festival (BWF) 2023. Laskar Rempah RI dalam Muhibbah Budaya Jalur Rempah 2024. Buku puisinya doksologi memenangkan sayembara buku sastra 2019. Baru-baru ini, bukunya berjudul Ikan-ikan Kebaikan Terbang dari Sungai ke Langit Lengang menjadi buku terpilih dalam helat Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2024. Aktif di COMPETER Pekanbaru dan COMPETER Indonesia. Adalah seorang Mentor Menulis Puisi di Asqa Imagination School (AIS). IG: @muhammadasqalanie
- Iklan -spot_img

2 KOMENTAR

  1. Allah, berkaca-kacalah kita.
    Tanpa tau artinya pun aku suka, Kak.
    diksi dengan rima yang keren dalam bahasa daerahnya.
    Setelah tau artinya, ternyata…

Tinggalkan Balasan ke Husnu Abadi Batal membalas

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini