Puisi: Titi Wancine

spot_imgspot_imgspot_img

Titi Wancine

Mamak Bapak keseok-seok dupados rejeki
Panas e srengene mboten digubris
Supados keluarga saget dhahar

Mamak Bapak kulo niki sanes sinten-sinten
Ananging ijin e kulo saget bahagiaken Bapak lan Mamak
Mbok menawi katah sing nyelak aken kulo anangin panjenengan mboten

Ibu ajar aken bahasa kapisan kaleh kulo
Ajaraken katah sanget pengajaran kahuripan
Kaliyan panjenengan kulo mboten saget nopo-nopo

***

Sudah Waktunya

Ibu Bapak terseok-seok karena mencari rejeki
Panasnnya matahari tidak dihiraukan
Hanya untuk keluarga dapat makan

Ibu Bapak saya bukan siapa-siapa
Walaupun begitu ijinkan saya bahagiakan Bapak dan Ibu
Meskipun begitu banyak yang meragukan saya tapi kalian tidak

Ibu ajarkan bahasa pertama kepada saya
Mengajarkan banyak sekali pelajaran kehidupan
Bersama kalian saya tidak dapat apa-apa

spot_imgspot_imgspot_img
Nadin Natari
Nadin Natari
Nadin Natari adalah nama pena dari Dina Muvita Sari yang lahir dan tinggal di Yogyakarta. Dia menjadikan menulis sebagai alat untuk menyembuhkan dirinya.
- Iklan -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini